Social Media

Ketahuilah Hakikat Tawakal

 Ketahuilah Hakikat Tawakal

Terkadang kita gagal paham mengenai esensi tawakal. Apa hakikatnya tawakal, dan apa yang harus dialakukan oleh seorang hamba ketika bertawakal mengenai urusan rezeki?.

Ada 4 point penting yang berkaitan dengan masalah tawakal, yaitu: arti tawakal, tempat dan saat bertawakal, batasan tawakal, dan benteng tawakal.

Ketahuilah Hakikat Tawakal seutuhnya

A. Arti Tawakal
Kata tawakal berasal dari kata tawakkala (تَوَكَّلَ) mengikuti wazan tafa’ala, dari al-wakalah. Dalam artian orang yang menyerahkan urusannya terhadap orang lain, maka ia adalah orang yang menunjuk orang lain tersebut sebagai wakil yang menangani segala urusan dirinya, yang menjamin kepentingannya, yang mencukupi seluruh kebutuhannya, dengan tidak membebankan serta mencari perhatian kepada selainnya. Inilah arti kata ‘tawakal’.

B. Tempat dan saat bertawakal
Kata tawakal digunakan dalam tiga tempat:
1. Tawakal pada keputusan Allah. Artinya meyakini dengan penuh dan merasa puas atas keputusan apapun dari Allah.
2.  Tawakal pada pertolongan Allah. Artinya bersandar dan percara penuh pada pertolongan Allah. Selaras dengan firman Allah:
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ.  )
3. Tawakal berkaitan dengan rezeqi yang diberikan oleh Allah. Artinya meyakini bahwa Allah pasti menyukupi nafkah dan keperluan kita sehari-hari. Allah Ta’ala telah berfirman:
وَ مَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ (الطّلاق: ٣)
Rasulullah SAW. bersabda:
لَوْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُوْ خِمَاصًا وَ تَرُوْحُ بِطَانًا
“Sekiranya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal padanya, niscaya dia akan memberimu rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Burung itu keluar dari sarangnya di pagi hari dalam keadaan perut yang kosong dan pulang di sore hari dalam keadaan perut yang terisi penuh.”

C. Batasan tawakal
Mengenai batasan tawakal, seorang syaikh sufi menyebutkan. “Tawakal adalah menyandarkan hati kepada Allah Ta’ala dengan berserah secara total kepada-Nya, serta memutuskan ketergantungan dari selain-Nya.”
Ada juga Syaikh lain yang menyebutkan, “Makna tawakal ialah menjaga hati dari sesuatu selain Allah dan mengalihkannya hanya pada perlindungan dan penjagaan Allah semata.”
Imam Abu Umar berkata, “Tawakal itu adalah emutuskan ketergantungan pad selain Allah.”
Pendapat-pendapat tersebut meurut Imam Al-Ghazali kembali pada satu muara, yaitu engkau menempatkan hatimu dalam keyakinan mantap bahwa soal hidup, pemenuhan kebutuhan, dan kecukupan itu hanya datang dari Allah ‘Azza wa Jalla, bukan dari selain Allah. Tidak pula dari benda-benda duniawi atau lainnya. Kemudian jika Allah menghendaki, Dia bisa saja menjadikan seorang manusia atau makhluk lainnya sebagai sebab dari itu semua. Tapi, Dia pun bisa mencukupi itu semua dengan kekuasaan-Nya, tanpa melalui sebab-sebab dan perantara-perantara.
Apabila engkau mengingat hal itu dengan hatimu, maka engkau akan terikat padanya dan hati menjadi terputus dari segala makhluk. Juga pada benda-benda itu secara total dan hanya bergantung kepada Allah Ta’ala semata, hingga tawakal tersebut mencapai tingkat yang benar.

D. Benteng Tawakal
Benteng tawakal dan yang membangkitkannya ialah mengingat akan jaminan Allah Ta’ala. Untuk melapisi benteng itu ingatlah selalu keagungan Allah dan kesempurnaan ilmu-Nya, Kekuasaan-Nya, serta percaya penuh bahwa Allah tidak akan pernah mengingkari janji.

Terimakasih, salam literasi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " Ketahuilah Hakikat Tawakal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel