Yurispudensi Hukum Islam

BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
Dalam mempelajari ilmu hukum, sumber hukum merupakan suatu bagian yang sangat penting artinya, baik dilihat dari segi teori maupun dilihat dari praktek. Sumber hukum dapat dibedakan menjadi (Soemardi, 1986: 1-2):
1. Sumber hukum dalam arti material.
2. Sumber hukum dalam arti formal.
Sumber hukum material adalah faktor-faktor yang turut serta menentukan isi hukum. Faktor-faktor ini antara lain dapat berupa nilai-nilai ideal yang hidup di dalam masyarakat, struktur ekonomi, kebiasaan dalam masyarakat, hukum yang berlaku, kenyakinan tentang agama dan kesusilaan, dan kesadaran hukum (Soemardi, 1986: 6-12).
Sumber hukum formal adalah kenyataan-kenyataan yang menimbulkan hukum yang berlaku dan mengikat setiap orang. Kenyataan-kenyataan tersebut dinamakan sebagai sumber hukum dalam arti formal berdasarkan kepada segi bentuknya semata-mata, tanpa mempersoalkan faktor asal mula timbulnya isi peraturan hukum. Jadi, yang menjadi titik beratnya adalah pada penampilan lahiriyah dari hukum positif tersebut (Soemardi, 1986: 12). Sumber hukum formal terdiri dari undang-undang, kebiasaan, traktat, dan yurisprudensi (Soemardi, 1986: 12). Kemudian, sumber hukum dalam arti formal membantu dalam mencarikan jawaban atas pertanyaan, “Di manakah kita mendapatkan ketentuan hukum yang dapat diterapkan sebagai kaidah dalam satu persoalan yang kongkret?” (Kusumaatmadja dan Agoes, 2003: 113).


2. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan Yurisprudensi?
b. Bagaimana Latar Belakang dan Dasar Yurisprudensi?
c. Bagaimana Proses dan Apa Unsur Yurisprudensi?
d. Apa saja Jenis-Jenis Yurisprudensi?
e. Apa Fungsi dan Manfaat Yurisprudensi?
f. Apa contoh Yurisprudensi?

3. Tujuan
a. Mengetahui Pengertian Yurisprudensi.
b. Mengetahui Latar Belakang dan Dasar Yurisprudensi.
c. Mengetahui Proses dan Unsur Yurisprudensi.
d. Mengetahui Jenis-Jenis Yurisprudensi.
e. Mengetahui Fungsi dan Manfaat Yurisprudensi.
f. Mengetahui Beberapa Contoh Yurisprudensi.

4. Manfaat Makalah
Diharapkan penyusunan makalah ini dapat memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai “Yurisprudensi Hukum Islam”.


BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Yurisprudensi

Yurispudensi Hukum Islam

Sebelum mengetahui pengertian yurisprudensi kalian harus tahu asal kata nya terlebih dahulu.Kata yurisprudensi berasal dari Yuris Prudensial (Bahasa Latin), Jurisprudentie (Bahasa Belanda) dan Jurisprudence (Bahasa Belanda) yang mempunyai arti ilmu hukum. Dalam sistem pengetahuan hukum, Yurisprudensi yaitu tentang pengetahuan hukum yang positif dan berkaitan dengan hukum yang lain.
Dalam sistem statue law dan civil law, yurisprudensi merupakan beberapa keputusan hakim terdahulu yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap dan diikuti oleh hakim  atau lembaga peradilan lain dalam memutuskan suatu kasus atau perkara yang sama.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat didefinisikan secara umum bahwa yurisprudensi adalah keputusan-keputusan oleh hakim terdahulu untuk menanganni suatu perkara yang tidak diatur didalam Undang-undang dan dijadikan sebagai pedoman oleh para hakim yang lain untuk menyelesaikan suatu perkara yang sama.
Selain pengertian secara umum diatas, berikut kami berikan juga pengertian yurisprudensi menurut beberapa ahli yang bisa menambah wawasan kalian. Sehingga menambah lengkap apa yang dimaksud dengan yurisprudensi.
Philipus M. Hadjin
Menurut Philipus M. Hadjin yurisprudensi adalah produk kewenangan legislasi DPR dengan karakter yuridis yang bersifat abstrak umum, sedangkan dalam putusan Mahkamah Agung yang berada dalam ranah yudisial decision yang memiliki sifat yang konkrit individual, maka dalam undang-undang tidak dapat disamakan dengan putusan Mahkamah Agung.
Yan Paramdya Puspa (1977)
Menurut Yan Paramdya Puspa adalah kumpulan atau seri keputusan Mahkamah Agung berbagai vonis beberapa dari berbagai macam jenis kasus perkara yang berdasarkan dari pemutusan kebijaksanaan di setiap hakim, sendiri yang kemudian dianut oleh para hakim lainnya untuk memutuskan kasus-kasus perkara yang hampir atau sama. Dengan adanya yurisprudensi demikian, para hakim secara tidak langsung dalam membentuk materi hukum atau yurisprudensi demikian merupakan sumber hukum.
2. Latar Belakang dan Dasar Yurisprudensi
Lahirnya Yurisprudensi karena adanya peraturan peraturan UU yang tidak jelas atau masih kabur, sehingga menyulitkan hakim dalam membuat keputusan mengenai suatu perkara. Hakim dalam hal ini membuat suatu hukum baru dengan mempelajari putusan hakim yang terdahulu untuk mengatasi perkara yang sedang dihadapi. Jadi, putusan dari hakim terdahulu ini yang disebut dengan yurisprudensi.
Yurisprudensi diciptakan berdasarkan UU No. 48 Tahun 2009 Mengenai Kekuasaan Kehakiman, UU ini menyatakan : pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa perkara, mengadili perkara dan memutuskan perkara yang diajukan dengan alasan hukum tidak ada atau kurang jelas (kabur), melainkan wajib memeriksa serta mengadilinya. Hakim diwajibkan untuk menggali, mengikuti dan memahami keadilan dan nilai-nilai hukum yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat.
3. Proses dan Unsur Yurisprudensi
Dalam memutuskan suatu perkara ada beberapa proses yang harus dilakukan, yaitu:
Eksaminasi
Proses ini merupakan proses dimana meneliti dan memeriksa suatu keputusan
Notasi
Adalah proses penjelasan yang bersifat sementara atau permanen yang dicatat berdasarkan suatu perkara
Unsur yurisprudensi harus melalui beberapa proses, suatu keputusan wajib memenuhi beberapa unsur yang antara lain sebagai berikut:
Terpenuhinya kriteria adil
Keputusan terhadap sesuatu yang tidak jelas pengaturannya
Kasus yang sama berulangkali terjadi
Mahkamah Agung sudah membenarkan
Keputusan tetap
4. Jenis-Jenis Yurisprudensi
Terdapat beberapa macam yurisprudensi, macam macam yurisprudensi tersebut sebagai berikut.
1. Yurisprudensi Tetap
Pengertian Yurisprudensi Tetap adalah suatu putusan dari hakim yang terjadi oleh karena rangkaian putusan yang sama dan dijadikan sebagai dasar bagi pengadilan untuk memutuskan suatu perkara.

2. Yurisprudensi Tidak Tetap
Pengertian Yurisprudensi Tidak Tetap ialah suatu putusan dari hakim terdahulu yang tidak dijadikan sebagai dasar bagi pengadilan.
3. Yurisprudensi Semi Yuridis
Pengertian Yurisprudensi Semi Yuridis yaitu semua penetapan pengadilan yang didasarkan pada permohonan seseorang yang berlaku khusus hanya pada pemohon. Contohnya : Penetapan status anak.
4. Yurisprudensi Administratif
Pengertian Administratif adalah SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) yang berlaku hanya secara administratif dan mengikat intern di dalam lingkup pengadilan.
5. Fungsi dan Manfaat Yurisprudensi
Fungsi dari Yurisprudensi, yaitu:
Ditegakkannya kepastian hukum.
Untuk mewujudkan keseragaman pandangan hukum yang sama.
Dijadikan landasan hukum.
Terciptanya standar hukum.
Adapun manfaat dari yurisprudensi adalah:
Menjadi pedoman oleh hakim dalam menyelesaikan suatu perkara yang sama.
Membantu terbentuknya hukum tertulis.

6. Contoh Yurisprudensi
Contoh dari yurisprudensi adalah sebagai berikut:
Adanya pencurian terhadap arus listrik
Suatu perkara perceraian
Perjanjian internasional
Pewarisan harta gono gini
Gangguan jiwa yang dialami terdakwa
Suatu keputusan perdamaian


BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari penjelasan tersebut di atas, terlihat bahwa sebagai salah satu sumber hukum formal, maka yurisprudensi mempunyai arti penting sebagai acuan “Di manakah kita mendapatkan ketentuan hukum yang dapat diterapkan sebagai kaidah dalam satu persoalan yang kongkret?”. Yurisprudensi dapat digunakan sebagai dasar putusan bagi hakim lain di kemudian hari untuk mengadili perkara yang memiliki unsur-unsur yang serupa.

2. Saran
Saya telah berusaha untuk menyempurnakan makalah ini, namun tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan pada makalah ini. Untuk itu saran dan kritik yang membangun tetap saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.


0 Response to "Yurispudensi Hukum Islam "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel