Social Media

Analisis Yurispudensi

Mata Kuliah : Analisis yurisprudensi
Dosen Pengampu : Dr. Mohamad Sar’an, MA
Hari/Tanggal : Sabtu/12 Agustus 2017
Agenda : Diskusi

Proses Dan Unsur Yurisprudensi
Kelompok 1 : Srimurni Modiasri Rossakinah, Aceng Nurpalah, Dini Ismayanti, Dean Rahman
Jenis-Jenis Yurisprudensi
Kelompok 2 : Devi Ismayanti, Sansan Saefumillah, Ilham Fauzi, Edi Supriadi
Latar Belakang Dan Dasar Yurisprudensi
Kelompok 3 : Uyunun Masithoh, Abdullah Munawar, Umar Qurotul Aen, Abdul Kodir Alhamdani
Fungsi Dan Manfaat Yurisprudensi
Kelompok 4 : Syifa Fauziah, Rahman Samsudin, Warnudin, Darul Fadli

Pertanyaan kelompok 1
Uyunun : Butuh waktu berapa lama untuk menghasilkan suatu yurisprudensi itu?
Sansan : kata yurisprudensi itu berasal dari kata apa?
Syifa : batasan pemakaian yurisprudensi?
Jawaban
Srimurni : suatu putusan bisa dijadikan suatu yurisprudensi apabila sudah memenuhi unsure keadilan dan kebenaran, dan telah diuji oleh majelis yurisprudensi serta diakui oleh mahkamah agung. Pengujian oleh majelis yurisprudensi itu dilakukan sebanyak satu kali pertahunnya. Sehingga suatu yurisprudensi terbit setiap satu tahun sekali.
Dini : yurisprudensi berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata “jurisprudential” yang berarti pengetahuan hukum. Dan dalam kamus KBBI, kata yurisprudensi diartikan ajaran hukum melalui peradilan, himpunan putusan hakim.
Aceng : tidak ada batasannya, selama perkara yang di ajukan sesuai dengan perkara yurisprudensi itu, karena suatu putusan hakim tidak bisa di batalkan oleh putusan yang lainnya.

Analisis Yurispudensi


Pertanyaan kelompok 2
Dini : Berikan contoh yurisprudensi tidak tetap?
Abdullah : Berikan contoh yurisprudensi tetap?
Rahman : apa syarat suatu putusan bisa dijadikan suatu yurisprudensi?
Jawaban
sansan : contoh yurisprudensi tidak tetap, tidak ada.
Devi : contoh yurisprudensi tetap, yurisprudensi belanda yang diikuti oleh Indonesia pada tanggal 23 mei 1921 yang memutuskan bahwa pencurian tenaga listrik dapat dihukum berdasarkan pasal 362 KUHP tentang pencurian, alasannya bahwa karena listrik itu dianggap mengambil barang milik orang lain secara melawan hukum dengan maksud ingin memiliki.
Ilham : syarat suatu putusan bisa dijadikan suatu yurisprudensi yaitu sudah memenuhi unsure-unsur yurisprudensi.

Pertanyaan kelompok 3
Aceng : kenapa putusan terdahulu dinamakan yurisprudensi?
Ilham : apakah hakim bisa menolak perkara apabila perkara tersebut penyelesaiannya tidak ada dalam UU?
Syifa : apakah ada permaharuan peraturan tentang yurisprudensi?
Jawaban
Abdul Kodir : karena dimanakan yurisprudensi berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata “jurisprudential” yang berarti pengetahuan hukum. Dan dalam kamus KBBI, kata yurisprudensi diartikan ajaran hukum melalui peradilan, himpunan putusan hakim.
Umar : hakim sebagai salah satu penegak hukum tidak boleh menolak mengadili suatu perkara, dengan alasan tidak ada atau kurang jelas hukumnya sesuai asas ius curia novit.
Abdullah : pasal 28 ayat 1 UU Kekuasaan Kehakiman (UU Nomor 4 Tahun 2004) terakhir sebagaimana diubah dengan UU No. 38 tahun 2009.

Pertanyaan kelompok 4
Srimurni : apa kelebihan yurisprudensi?
Devi : apa kekurangan yurisprudensi?
Abdul Kodir : apa perbedaan yurisprudensi dengan sumber hukum yang lainnya?
Jawaban
Darul : sistem hukum tidak tertulis dan terkodifikasi, sumber hukum yang digunakan adalah UU.
Rahman : sistemnya terlalu kaku, hakim hanya berfungsi hanya menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan dalam batas-batas wewenangnya.
Syifa : kalau misalkan sumber hukum yang lainnya sudah tetap, artinya sudah ada hukum/putusan secara tertulis, sedangkan yurisprudensi menjawab permasalahan yang belum ada hukumnya, sehingga mengacu kepada putusan hakim yang sebelumnya dengan catatan masalahnya sama.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Analisis Yurispudensi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel