Pengertian Dramaturgi dalam Seni Drama

Seni Drama masuk kedalam kategori seni teater modern (seni pertunjukan), dalam seni drama ini kita akan mengenal dengan istilah dramaturgi.

Dramaturgi adalah teori yang dicetuskan oleh Erving Goffman pada tahun 1959, dalam cetusannya menyatakan bahwa teater dan drama mempunyai makna yang sama dengan interaksi sosial dalam kehidupan manusia.

Dramaturgi merupakan ajaran tentang masalah, hukum dan konvensi drama. Kata Drama berasal dari bahasa Yunani draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan beraksi.
Formulasi Dramaturgi setidaknya harus menganut prinsip 4 M yaitu :

1. Mengkhayalkan
Pengarang lakon atau cerita mengkhayalkan kisah yang bersumber dari inspirasi. Dalam menjadi pengarang setidaknya dituntut bisa berfikir kreatif dan daya imajinasi yang kuat sehingga sebuah cerita bisa dikemas dengan alur dan gaya yang khas dan menjadi nilai estetika yang tinggi.

2. Menuliskan
Pengarang menyusun kisah yang sama dengan ide yang sama kedalam tulisan dengan gaya bahasa yang sesuai dengan kemampuan pembaca (adaftif).

3. Memainkan
Pelaku memainkan kisah yang sama untuk ketiga kalinya , disini aktor dan aktris yang berperan diatas pentas. Kemampuan akting dengan mimik yang berbeda menciptakan pertunjukan yang berwarna belum lagi kemampuan improvisasi yang baik ketika pemeran lupa alur dan cerita sebuah pentas sehingga pertunjukan tidak terjadi jeda ataupun diam sejenak.

4. Menyaksikan
Penonton menyaksikan kisah diatas panggung. Untuk menghipnotis penonton berawal dari faktor intern dan ekstern seperti pemeran, latar, tempat, desain dan suasana. Dalam sebuah pertunjukan hendaknya menggunakan ruangan yang semi kedap udara sehingga suara yang berasal dari luar tidak mengganggu penonton saat pentas berlangsung.

0 Response to "Pengertian Dramaturgi dalam Seni Drama"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

secianjur banner

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel