Kata Mutiara Aang Nuh Gentur ( Kh. Abdul Haq Nuh )

foto aang nuh gentur
Aang Nuh Gentur

Foto Aang Nuh



Mama Gelar dan Aang Nuh

Alhamdulillah dibulan ramadhan ini saya mendapatkan sebuah postingan menarik tentang salah satu sosok ulama Cianjur yang namanya harum kemana-mana, siapa lagi kalau bukan ( Kh. Abdul Haq Nuh bin Mama Syatibi ) Gentur.
Postingan ini saya dapatkan dari akun facebook https://web.facebook.com/adi.irawan.18062/posts/289705024801787
Dan inilah isi kata mutiara yang patut " dilenyepan ku urang Cianjur ".

"Ceramah tèh euy, Ulah ngan sakadar bisa TARIK SORA nepika NGAHIUNG kana puhu ceuli. Tapi kudu bisa TARIK RASA nepika NGAHIANG kana yahu tajali."
Artinya :
Ceramah itu jangan hanya bisa teriak sampai berdengung telinga orang yg mendengarnya, tetapi harus bisa sampai tembus kedalam kalbu,mengajak orang untuk mengenal Allah (tajali HU marifat).

Beliau turunan ke 34 dari Rasulullah SAW dengan silsilahnya adalah Aang Nuh bin Syekh Ahmad Syatibi Gentur ( Mama Gentur ) bin Syekh Muhammad Said bin Syekh Abdul Qodir Cihaneut ciawi tasikmalaya bin Syekh Nur Hajid bin Syekh Nur Katim bin Sembah Dalem Bojong bin Waliyullah Syeikh Haji Abdul Muhyi Pamijahan bin Syekh Abdul Jalil Kampung Dukuh terus sampai ke Rasulullah SAW.

Suatu ketika dahulu tahun 1978 kakeku mengawal Pangersa Syeikh Aang Nuh ziarah ke kakeknya yaitu ke Makam Syeikh Abdul Qadir Cihaneut , ciawi Tasikmalaya.
Ada keajabian yaitu kakeku melihat Syeikh Aang Nuh sholat tahajud dia atas air yaitu di mata air cihaneut, ir yg dipijak Syeikh Aang Nuh seperti sejadah yg menahan tubuh syeikh Aang Nuh.

Tahun 1990 beliau wafat pulang ke rahmatullah, sampai sekarang namanya tetap harum dan makamnya yang berada disamping ayahandanya tidak pernah sepi dari peziarah terlebih saat haul yang dipadati oleh ribuan hingga puluhan ribu peziarah yang datang dari berbagai daerah terutama Cianjur, Bogor dan Bandung.

Syeikh Abu Qasim Juned Al-Bagdadi ra berkata :
"Barang siapa membuat tarekh (sejarah Biografi) seorang kekasih Allah maka sama dg menghidupkan kekuatan marifatnya Wali tersebut dihati kita. Dan barang siapa ziarah kepada seorang Waliyullah maka sama dengan mencintai Allah dan Rasulullah SAW".

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dan beliau mendapat kemuliaan yang terus menerus dihadapan Allah,, amiin alfatihah..

0 Response to "Kata Mutiara Aang Nuh Gentur ( Kh. Abdul Haq Nuh )"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

secianjur banner

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel