Strategi Memberi Tugas kepada Siswa Dasar dan Menengah

Selama kegiatan pembelajaran di sekolah dalam literasi pendidikan kita akan mengenal kegiatan utama yaitu intrakulikuler , ekstrakulikuler dan kokurikuler. Kegiatan tersebut merupakan kesatuan yang sistematis dalam menciptakan peserta didik yang mahir dari segi motorik,kognitif dan psikomotorik.

Kegiatan intrakulikuler merupakan pembelajaran yang dilakukan didalam ataupun diluar kelas yang sejalan dengan jadwal ataupun kalender pendidikan masing-masing dinas terkait. Saat ini intrakulikuler tingkat atas berlangsung dari Senin – Jumat dan untuk Pendidikan Dasar Senin-Sabtu. Adapaun ekstrakulikuler merupakan pembelajaran tambahan yang dikaitkan dengan minat peserta didik seperti bulutangkis , kesenian dan lainnya yang dilaksanakan diluar jam pelajaran formal bisa satu atau dua jam sehari , seminggu sekali ataupun sebulan sekali. Sedangkan Kokurikuler adalah kegiatan pendukung dan pengembangan dari intrakurikuler berupa tugas rumah/pekerjaan rumah ( PR ).

Alokasi waktu yang tersedia di sekolah terkadang tidak bekerja secara maksimal ataupun tidak mencukupi sedangkan kejar target yang harus dicapai dari kurikulum harus tepat sasaran , akibatnya sebagai pendidik atau tenaga kependidikan sudah sadar diri akan hal ini untuk memberikan materi tambahan yang dilakukan secara mandiri ataupun kelompok siswa ( tugas kelompok) hal ini untuk mengejar pengetahuan siswa dan menggunakan waktu luang untuk belajar mandiri.

Peserta didik yang mendapat tugas akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dalam pembentukan karakternya yaitu menambah wawasan ilmu pengetahuan , mengasah keterampilan , meningkatkan keuletan , ketekunan , memupuk sikap posifit terhadap pekerjaan ( tanggung jawab ) dan mengembangkan kreatifitas.
Walaupun dari perspektif psikologis ternyata pemberian tugas rumah sangat bermanfaat bagi siswa akan tetapi dapat ditemukan siswa yang merasa terbebani dengan tugas rumah sehingga tidak mengerjakan bahkan dikerjakan dikelas saat guru menanyakan tugasnya. Jelas hal ini membuat guru pusing dan serba salah , untuk itu ada beberapa saran yang bisa dilakukan agar penambahan tugas rumah bisa tepat sasaran yaitu :

1.       Berikan tugas yang menyenangkan
Sebelum memberikan tugas kita harus menanamkan pengertian kepada siswa bahwa tugas yang diberikan sangat penting untuk dikerjakan oleh siswa , kita memberikan pemahaman tentang keunggulan tugas tersebut kemudian ciptakan suasana agar mereka merasa tertarik dan mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan diri.

2.       Ciptakan tugas yang membuat siswa greget
Siswa akan timbul semangat dalam belajar jika materi yang diberikan sangat menantang, untuk itu kita harus menyusun strategi penempatan materi dan disesuaikan dengan kesenangannya.

3.       Menjelaskan apa yang harus dikerjakan siswa
Terkadang saat guru sedang kurang mood , memberikan tugas hanya disampaikan pada Ketua Murid ( KM ) atau pada siswa yang dikenalnya. Harusnya guru terjun ke kelas langsung untuk memberikan petunjuk atau pengarahan tugas seperti apa yang harus dilakukannya supaya siswa tidak merasa bingung.

4.       Cukup Waktu
Sesuaikan tugas dengan alokasi waktu yang wajar , tidak terlalu singkat. Hal ini sangat penting agar tugas yang diberikan sesuai dengan yang diinginkan.

5.       Alat dan bahan mudah ditemukan
Dalam memberikan tugas jangan tergesa gesa dan menggunakan alat yang susah dicari , kita harus memodifikasi dan menekan sekecil mungkin biaya yang dikeluarkan. Dalam silabus RPP kita suka menyampaikan pembelajaran yang telah dimodifikasi. Pastikan alat dan bahannya mudah ditemukan sehingga siswa tidak depresi sebelum mengerjakan tugas.

6.       Berikan pilihan

Kesalahan fatal seorang guru dalam memberikan tugas adalah tidak menyesuaikannya dengan keinginan siswa ( lebih mementingkan egonya ) akibatnya siswa malas untuk mengerjakannya. Untuk itu guru harus bisa menerima masukan siswanya dan memberikan pilihan tugas bisa dilakukan agar hal ini berkesinambungan dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. 

Related Post

Next
Previous