Permainan Beklen (Bekel) Bantu Anak Ceria dan Bersahabat

Permainan Tradisional Jawa Barat sangat mendarah daging bagi masyarakatnya sehingga dapat kita temukan di setiap daerah mempunyai jenis permainan yang beragam , salah satu permainan yang paling umum ditemukan adalah permainan Beklen (Bekel ) bahkan orang sunda ada yang menyebutnya Bekles.
gambar permainan bekel
ceritabersama-tati.blogspot.com

Permainan Beklen atau bekel merupakan permainan adu ketangkasan yang dilakukan oleh dua atau empat orang yang didominasi oleh kaum perempuan yang berumur 7-12 tahun atau masih duduk di bangku sekolah dasar dan dilakukan di ruang tertutup ataupun terbuka umumnya di lantai rumah. Permainan ini terdiri dari bola bekel dengan diameter 3-5 cm dan kulit kerang atau lewuk berjumlah 7 atau lebih. Kewuk (kuwuk) yang bagus biasanya memiliki corak warna yang beragam , bundar dan tepinya bulat lonjong.

Permainan ini terdiri dari tiga babak yaitu pertama pengambilan kewuk dengan cara melambungkan bola bekel , saat bola kembali menyentuh dan memantul maka kewuk tersebut disebar diarea permainan selanjutnya mengambil kuwuk secara berturut-turut.
Dalam babak ini kita akan mengenal istilah pihijieun yaitu mengambail kewuk satu persatu hingga habis , pidua yaitu mengambil kewuk dua dua hingga habis, pitilu,piopat dan seterusnya seraya diiringi dengan melambungkan bola bekel.

Dalam babak dua akan dikenal dengan istiah Nangkar yaitu kewuk ditebarkan , jika ada kewuk yang telengkup ( nangkub ) kemudian dibalikan menjadi tengadah ( nangkarak ) dilanjutkan dengan pengambilan kewuk satu satu , dua dua tiga tiga hingga jumlah kewuk habis. Jika semuanya telah nangkarak ,kemudian dilanjutkan dengan menangkub ( telengkup ) yaitu kebalikan dari nangkarak dengan cara menebarkan kewuk ke arena permainan kemudian jika ada yang nangkarak maka kewuk tersebut di balikan menjadi telengkup dengan gaya yang sama seperti teknik nangkar.

Babak terakhir yaitu naspel , pada babak ini kewuk dibolak-balik akan tetapi tidak diambil melainkan disusun membentuk barisan kemudian seluruhnya ditebarkan lagi , permainan sampai sini selesai dan bisa diulang kembali dari awal.
Adapun pergantian pemain dapat dilakukan jika :
1. Bola yang dilambungkan tidak tertangkap
2. Kewuk terjatuh dalam genggaman tangan
3. Terjadi Gudir yaitu tangan menyentuh kewuk.

Permainan ini adalah bentuk permainan tradisional yang syarat dengan makna yang terkandungnya yaitu membuat anak ceria dan menjalin silaturahmi antar anak sehingga kebersamaan terjalin kuat. Jika anda tinggal di kota pasti tidak akan menemukan permainan seperti ini karena ego masyarakat kota sangat minim dalam berkomunikasi karena mempunyai kesibukan tersendiri.
Akan tetapi , permainan ini juga sekarang sudah sangat jarang ditemukan karena terendus oleh game online di smartphone, untuk melestarikannya anda bisa melakukan di rumah ataupun sekolah.


Related Post

Next
Previous